CONTOH VISUM ET REPERTUM JENAZAH PDF

June 25, 2020 0 Comments

FITRI RAHMADAYANIPRO JUSTITIAVISUM ET REPERTUM. A#a& % rmin#aan #%r# li& dari K% “li&ian N%3ara R% !li$. Home · Documents; Visum TKP. PEMERINTAH PROPINSI KALIMANTAN SELAT ANRUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULININSTALASI. Home · Documents; Visum Et Repertum (Ver) Mati. VISUM ET REPERTUM (VER) MATI. Faizal R Malawat

Author: Taudal Nikolar
Country: Brazil
Language: English (Spanish)
Genre: Literature
Published (Last): 11 June 2010
Pages: 119
PDF File Size: 4.77 Mb
ePub File Size: 7.57 Mb
ISBN: 679-8-68757-650-5
Downloads: 15980
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tam

Unduh teks lengkap English, 30 pages. This study discusses the demand for expert assistance in the investigation phase as mentioned in Article paragraph 1 Criminal Procedure Code and the expert testimony Requests for assistance at visun stage ofthe proceedings provided for in Article paragraph 1 expert testimony KUHAP.

About mentioned in the second chapter of the Criminal Procedure Code in above, given the sense of Article1, point to the 28th criminal Procedure Code, which states that: The background of this research related to expert testimony necessary assistance in the process of acriminal case, then thisaid in the investigation stage also has an important role to help investigators find and collectevidence in an attemptt of in the material truth of a criminal case.

Expert testimony is the testimony of a doctor whohad been appo intedo athunder Government Regulation No. Intended wt doctors are set for thin writingin the form of a medical examination called visum et repertum.

The problem is the fact there are some doctors refuse to make Visum et repertum, because they thought no forensic doctor, while the existing law article of the Criminal Procedure Code, Gazette No. What are the limiting factors in the process of enforcing the law against doctors who refuse making visum et repertum the crime of murder? Method research approach examines normative juridical legal issue with a qualitative approach through normative data collection techniques literature and empirical field research.

This study tries to answer the issu esraised in this research by looking at legislation, legal theories, and the national and international legal instruments that exist, then looks traight implementation in the field. Research in the specification of this research is descriptive specifically, in order to describe the existing situation by using scientific research methods.

The fact that there is then illustrated with an interpretation, evaluation and general knowledge, because the facts have no meaning without interpretation, evaluation and general knowledge. The results of analysis is that Article paragraph 1letterc of the Criminal Procedure Code as well as the documentary evidence in Article which states that the letter cletter as referred to in Article paragraph 1 c, made on oathor confirmed by oath, or Letter testimony of an expert opinion based on his expertise about something or something formally requested state from him.

  IXORA JAVANICA PDF

Article 53 of the Health ActNo.

LEMBAGA PERJUANGAN KORBAN January

If the doctor refuses, it may be subject to Article of the Criminal Code. In the manufacture of Law Enforcement Visum et repertum by doctors to see how factors, namely: Such circum stances may affect the results of the autopsy.

Actuallythere is noreason fora doctor to refuse to make visum et repertum, because the repsrtum medical science is only a branch of medical science that uses medical knowledge and technology for the benefit of law enforcement and justice.

Professional standards in the field of forensic medicine doctor as a minimum standard of knowledge repretum skills that must be mastered in a doctor use science and medical technology to help law enforcement, justice and solve legal problems. Refusal of doctors to not make the post mortem repertumer actually has no legal base, Article 1 Criminal Procedure Code gives the assertion that viskm person was asked his opinion as an expert medicaldoctor or other judicialor required to provide expert testimony for justice.

Based onthis article givest wooptions, namely the judicial medical expertor doctor. Visum et Repertum or VeR is a written statement made by the physician based on the erpertum of the person or people suspected, based onthe written request of the authorities, and are made keeping in mind the oath of office and the Criminal Code.

Format Visum Et Repertum

Visum et repertum role as one of the valid evidence for pro of of criminal cases against human health and life. In ver there is a description of the medical results are contained in the news section, which can therefore be considered as a substitute for evidence. Ver also includes information or opinion about the results of the medical examination the doctor stated in the conclusion section. AbstrakPenelitian ini membahas tentang permintaan bantuan tenaga ahli pada tahap penyidikan sebagaimana disebutkan pada Pasal ayat 1 KUHAP dan Jenazha bantuan keterangan ahli pada tahap pemeriksaan persidangan diatur dalam Pasal ayat 1 KUHAP.

Visum Et Repertum (Ver) Mati

Terkait dengan bantuan keterangan ahli yang diperlukan dalam proses pemeriksaan suatu perkara pidana, maka bantuan ini pada tahap penyidikan juga mempunyai peran yang cukup penting untuk membantu penyidik mencari dan mengumpulkan bukti-bukti dalam usahanya menemukan kebenaran materiil suatu perkara pidana. Keterangan ahli yang dimaksud yaitu keterangan dari dokter yang telah diangkat sumpah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun tentang Lafal Sumpah Dokter, yang dapat membantu penyidik dalam memberikan bukti.

Keterangan dokter yang dimaksudkan tersebut dituangkan secara tertulis dalam bentuk surat hasil pemeriksaan medis yang disebut dengan visum vizum repertum. Permasalahannya adalah dalam Kenyataannya ada sebagian dokter menolak untuk membuat Visum et repertum, karena beranggapan bukan dokter forensik, sedangkan perangkat hukum yang ada pasal KUHAP, Staatblad Nomor menyatakan Visum et repertum termasuk alat bukti, surat keterangan yang dibuat oleh dokter dituangkan dalam bentuk tertulis.

  ASTM C142 PDF

Perumusan masalahnya adalah Relertum analisis penegakan hukum terhadap dokter yang menolak pembuatan visum et repertum dalam tindak pidana pembunuhan dalam perspektif hukum pidana dan peraturan Reperutm Apa yang menjadi faktor-faktor penghambat dalam proses penegakan hukum terhadap dokter yang menolak pembuatan eg et repertum dalam tindak pidana pembunuhan?

contoh visum lag.docx

Hasil penelitian analisisnya adalah bahwa Pasal ayat 1huruf c KUHAP mengenai alat bukti surat dt pasal huruf ft yang menyatakan bahwa surat sebagaimana tersebut pada pasal ayat 1 c, repettum atas sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah, atau Surat keterangan dari seorang ahli yang pendapatnya berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu hal atau sesuatu keadaan yang diminta secara resmi dari padanya.

Pasal 53 Undang-Undang Kesehatan No 36 Tahun ayat 3 menyatakan tenaga kesehatan, salah satunya adalah dokter. Dalam Penegakan Hukum pembuatan Visum et repertum oleh dokter menemui berapa faktor, yaitu: Keadaaan seperti ini dapat mempengaruhi hasil dari visum. Sebenarnya tidak ada alasan reperyum untuk menolak membuat visum et repertum, karena ilmu kedokteran forensik adalah hanya suatu cabang ilmu kedokteran yang mempergunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum dan keadilan.

Standar profesi dokter dibidang kedokteran forensik sebagai standar keilmuan dan ketrampilan minimal yang harus dikuasai seorang dokter dalam menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran untuk membantu penegakan hukum, keadilan dan memecahkan masalah-masalah hukum. Penolakan dokter untuk tidak membuat visum er repertum sebenarnya tidak memiliki alas hukum, Pasal 1 KUHAP memberikan penegasan, bahwa Setiap orang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan.

Berdasarkan pasal ini memberikan pilihan dua, yakni ahli kedokteran kehakiman atau dokter. Visum et Repertum atau VER adalah laporan tertulis yang dibuat oleh dokter berdasarkan pemeriksaan terhadap orang atau yang diduga orang, berdasarkan permintaan tertulis dari pihak yang berwenang, dan dibuat dengan mengingat sumpah jabatan dan KUHP.

Visum et repertum berperan sebagai salah satu alat bukti yang sah dalam proses pembuktian perkara pidana terhadap kesehatan dan jiwa manusia. Dalam VeR terdapat uraian hasil pemeriksaan medis yang tertuang dalam bagian pemberitaan, yang karenanya dapat dianggap sebagai pengganti barang bukti. VeR juga memuat keterangan atau pendapat dokter mengenai hasil pemeriksaan medis yang tertuang dalam bagian kesimpulan.

Lihat sumber asal di jurnal. Jurnal Nestor Magister Hukum.